WHEN GOD WAS A RABBIT : KETIKA FILSAFAT TIDAK HARUS MENJADI “BERAT”

“Desember Lagi. Ulang Tahunku. Hari Ini jugalah John Lennon ditembak, Sang Istri berada di sebelahnya” (Eleanor Maud)

Ditulis oleh Sarah Winman. Buku indah yang ketika saya baca versi terjemahannya punya sense seperti membaca ulang To Kill A Mocking Bird-nya Harper Lee ini membawa kita berjalan-jalan pada rel waktu yang menghubungkan pulau kanak-kanak menuju pulau dewasa yang tanpa kita sadari membentuk hidup yang kita jalani saat ini.

Meskipun sangat nyaman dibaca karena bahasanaya lugas, alurnya tidak menyulitkan dan karakter-karakter yang mudah dipahami, buku ini menyampaikan kekayaan intelektual dan kehalusan penulisnya. Sebut saja tentang pengalaman buruk di masa kecil Elli yang membuatnya tidak menikah dan eksistensinya sangat bergantung pada sang Kakak, Joe, diungkapkan dengan lembut hingga butuh untuk menyelesaikan buku hinggga akhir, baru kita mendapat keseluruhan cerita.

Terus terang saya tidak menemukan klimaks spektakuler pada novel ini, sebab alurnya mengalir lembut dan sangat normal—seperti hidup yang dijalani sebagian besar manusia. Tapi, pelajaran hidup tentang toleransi dan pandangan filsafatnya tentang Tuhan sungguh tajam. Sebut saja Ayah Elli, yang tidak perlu menjelaskan dan bersikap berlebihan tentang dirinya yang tidak percaya Tuhan (pada Agama), diam-diam memiliki nilai sendiri tentang “karma” :sebuah mekanisme ruhiyah yang sangat privat. Dalam novel ini, seolah-olah setiap orang berhak menyampaikan pendapatnya yang eksentrik tentang Tuhan. Elly sendiri, menamai kelincinya “God”. Tentu saja bagi sebagian besar orang yang percaya pada doktrin agama, menamai peliharan dengan “tuhan” adalah sebuah penistaan. Tapi, pada sudut filsafat lain yang disampaikan Sarah Winmann, Tuhan adalah kesatuan alam dan kehidupan yang ada dalam wujud ataupun pengalaman meskipun itu sangat kecil/sederhana. Impartial.

Anda suka berjalan-jalan di belantara pemikiran yang lembut sekaligus liar namun penuh semangat? Siapkan sepotong kue, segelas air dan mulailah membaca.

PS: Desember lagi. 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s