Hello-again-Menulis!!

Cheers!
Jadi ini adalah blog yang dibuat oleh sebab khusus yaitu permintaan suami supaya istrinya menuis lagi. Mungkin supaya punya hobi lagi selain kegiatan monoton di pekerjaan. Secara, sejak akhir tahun 2014, di usia yang cukup muda—24tahun—saya sudah melepaskan status single. Kan tidak bisa dipungkiri ada beberapa hal yang dulunya bisa dilakukan dengan suka cita dan sangat terdukung kondisi jadi tiba-tiba ambles, hilang dan sengaja dihilangkan demi kenyamanan pasanagan (baca: rumah tangga)
Benarlah yang orang tua bilang tentang jodoh, sering kali air tidak harus bertemu air untuk menciptakan suatu komposisi baru yang lebih harmonis. Saya dan suami? Jelas bukan komposisi homogen dari sisi usia, cara hidup, pandangan hidup, pekerjaan, cara bersosial, cara makan, cara tidur, tipe barang atau hal-hal kesenangan. Kami lumayan berbeda. Satu hal saja, suami adalah orang yang sangat menikmati satu tempat yaitu tempat dimana dia berada dan bergiat. Jadi, menurut suami, kesenangan pribadi dapat dengan mudah dia peroleh dari tempat dimana dia berada sehari-hari. Tanpa jenuh. Sedangkan saya? Dari mulai pekerjaan saja sudah tidak mengijinkan untuk berada di satu tempat lama-lama. Paling lama 2 minggu untuk berada di satu kecamatan sebelum rolling surat tugas baru saya terima untuk pindah. Nomaden! Akibatnya, saya terbiasa dengan cepat beradaptasi di lingkungan yang baru dengan sangat cepat. Tanpa babibu. Tanpa tabik berlebih. Bisa kan dibayangkan ketika suami semakin lama berada di satu tempat dia akan semakin khusyuk menyelami kesenagannya dengan lingkungan sekitar, saya akan sudah menguap-nguap dan kehilangan konsentrasi, tidak sabar segera beranjak.
Tentang mental nomad saya, sepertinya didapat dari kebiasaan berpindah tempat dari kecil. Kalau dirunut singkat: saya lahir di karanganyar jawa tengah. Di usia 1 tahun pindah ke Lombok. Dalam masa hidup di Lombok selama 13 tahun saya sudah berpindah tempat tinggal 5 kali. SMA panda ke jawa tengah lagi. Kuliah di jember. Sempat pulang lagi ke solo. Bermukim nomad antara Surabaya dan probolinggo waktu mencari kerja. Dan kembali lagi ke jember. Di jember? Setiap minggu berganti kecamatan. Kadang masih bisa jalan-jalan ke kabupaten lain, tapi tidak sering. Anda pusing ya bacanya? Alhamdulillah saya yang menjalani baik-baik saja.
Setelah menikah, kesenangan menjadi nomaden ini akhirnya mau tidak mau harus dirumahkan. Sebab, bisa dibayangkan betapa payahnya suami saya jika dalam seminggu saya ada di luar kemudian weekendnya saya masih minta kemana dan kemana. Nah, karena factor merumahkan jiwa ini tidak melulu tentang mengurangi jadwal jalan-jalan fisik sebagai imbasnya pikiran dan kesenagan pun juga harus dicari alternative untuk merumahkannya.
Dan disinilah rumah pertama yang akan coba saya singgahi untuk bercerita kesenangan-kesenagan lain yang mungkin serasa dengan berkeliaran bebas.

Jadi, senang-senagkan diri disini.

Advertisements

2 thoughts on “Hello-again-Menulis!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s